Selasa, 23 Maret 2010

FITNAH Baru Buat PKS (Ayat-Ayat Tembakau)


Oleh: ADMIN PKS PIYUNGAN

Tak henti-hentinya badai fitnah menerpa PKS.
Fitnah terbaru saya temukan tak sengaja ketika membuka situs kompasiana.com (saya sering bolak-balik ke situs ini bahkan jadi member). Jumat siang (19/3/10) mataku langsung melotot, degup jantung mendadak kencang, kala membaca satu judul artikel yang sangat provokatif.

"Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)"

Setelah dibuka ternyata isinya membuat lebih kaget lagi. Saya postingkan isinya secara utuh disini (sekaligus sebagai alat bukti, karena mungkin akan dihapus oleh si penulis)

...
Ingatan kita tentu sudah mulai melupakan kasus hilangnya ayat tembakau, pada undang undang kesehatan. Padahal pada saat kasus itu muncul, jagat media memberitakan kasus ini menjadi headline, dan muncul sampai berhari hari. Kasus ini jelasnya adalah ayat 2 pasal 113 UU Kesehatan yang dilaporkan menghilang saat diserahkan ke Sekretariat Negara. Korupsi ayat itu ketahuan karena ayat di bagian penjelasan terlupa dihapus. Setelah diributkan, ayat itu telah kembali ke posisi semula. Ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan itu berbunyi, “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pengahapusan suatu ayat pada undang undang adalah suatu kriminal karena efeknya itu adalah kehancuran satu bangunan sistem yang sebelumnya telah dirancang oleh UU. Maka dari itu, penghapusan ayat tembakau pada UU Kesehatan juga merupakan suatu kriminal.

Baru baru ini Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) mengajukan pengaduan ulang ke Mabes Polri tentang hilangnya ayat ayar rokok itu. Sebelumnya, KAKAR sempat melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun ditolak dengan alasan tidak adanya aturan hukum yang mengatur.

Dalam pengaduan terbaru yang disampaikan pada hari Kamis (18/3/2010), dikatakan bahwa tiga Anggota DPR dilaporkan atas hilangnya satu ayat dalam Undang-Undang Kesehatan. Mereka adalah Ribka Tjiptaning dari PDIP, Mariani Baramuli dari Partai Golkar, dan Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera. KAKAR mengatakan bahwa ini merupakan tindak pidana yang sangat merugikan dan menduga ada suap disana.

Berita itu sangat mengejutkan, terutama karena ada satu anggota parlemen dari PKS yang terlibat disana. Kita berharap khusnudzon (berprasangka baik) saja, yaitu bu Aisah Sholehah ini ingin membela konstituennya. Namun Demikian, apapun tujuannya, tindakan penghilangan undang undang merupakan suatu tindakan kriminal apa lagi ini dilakukan oleh anggota DPR dari PKS yang bermoto partai dakwah dan bersih.

...

Membaca baris tulisan ".. Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera.." saya sudah langsung yakin kalau ini adalah fitnah. Karena saya sendiri tidak kenal ada anggota dewan PKS DPR pusat yang bernama Aisah Solehah. Kalau
Herlini Amran, Yoyoh Yusroh, Ledia Hanifa saya kenal mereka sebagai aleg PKS DPR RI. Untungnya aleg PKS perempuan itu sedikit jadi mudah diingat. Aisah Solehah? iki sopo? Kalau aleg DPRD kabupaten atau propinsi itu mungkin ada aleg PKS yang bernama itu, tapi DPR PUSAT? ndak ada dech.

Hati ini makin mendidih membaca komentar2 pembaca yang menghujat, menyerang dan memfitnah PKS.

Maka saya pun meminta tolong pada Om Google yang baik hati, searching siapa itu sebenarnya Aisah Solehah? Benarkah dari PKS?

Alhamdulillah, Om Google cepat tanggap. Ada tulisan dari inilah.com yang menyiratkan kalau sosok Aisah Solehah (Aisyah Solekhan) adalah dari GOLKAR.

INILAH.COM, Jakarta - Tiga legislator DPR diduga telah menghilangkan ayat tentang tembakau, dalam draf rancangan Undang-Undang tentang kesehatan, September 2009 lalu.

"Yang dilaporkan Rika Ciptaning (Ketua Komisi 9 DPR dari FPDIP), Aisyah Solekhan, dan Mariani Baramuli (FPG)," kata Ketua Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar) Kartono Mohammad, usai melaporkan ke Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

(cek disini: http://inilah.com/news/read/politik/2010/03/18/406822/inilah-3-legislator-yang-diduga-hilangkan-ayat-tembakau/)

Maka sayapun langsung kirim komentar di tulisan kompasiana itu:

MOHON DICEK APAKAH BETUL Aisah Solehah ITU DARI PKS?
KALAU TERNYATA BUKAN DARI PKS, APAKAH ANDA TIDAK MALU?

Si penulis membalas:

http://www.kabarbisnis.com/umum/hukum/2810294-Satu_ayat_hilang___Pansus_tembakau_dimabespolrikan.html

nilai sendiri mana yang benar (begitu tulisnya).

Sayapun balas komentar:

KARENA ANDA YANG MENULIS MAKA "KEWAJIBAN" ANDA UNTUK MENGKONFIRMASI LANGSUNG KE SUMBER PRIMER. TANYA LANGSUNG KE KAKAR ATAU PKS.

Karena si penulis tidak membalas, sayapun tanya ke Om Google lagi, dan jawaban Om Google lebih menjernihkan duduk perkara.

Dari situs vivanews.com ternyata menyimpan arsip tentang SIAPA SEBENARNYA Aisah Solehah yang ternyata bernama Hj.Asiah Salekan, BA, dari Golkar dapil Kalbar anggota komisi IX. Lengkap dengan biodata profil anggota dewan 2004-2009 ini.

cek disini: http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba

ASIAH SALEKAN 100 % BERASAL DARI GOLKAR.

Sayapun menulis komentar lagi:

KALAU ANDA REPOT MENCARI SIAPA Aisah Solehah YANG TERNYATA NAMANYA ADALAH Asiah Salekan DARI GOLKAR.
CEK DISINI:
http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba

Lalu saya minta agar si penulis meminta maaf kepada PKS dan meralat tulisannya. Penyelesaian kekeluargaan adalah lebih baik daripada ke meja hijau.

SEKETIKA... beberapa tulisan komentar2 pembaca yang melecehkan PKS DIHAPUS oleh si penulis, tinggal menyisakan tulisan asli dan komentar dari saya. BAHKAN, sebelum saya menyelesaikan tulisan ini, tulisan dengan judul "Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)" sudah HILANG. Bukan hanya tulisannya yang hilang, tapi juga NAMA & PROFIL PENULIS yang tadinya ada juga ikut lenyap.

cek disini:

http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/19/aduhhhhh-pks-lagi%E2%80%A6-sekarang-di-kasus-korupsi-ayat-tembakau/

Beruntung saya sempat copy paste isi tulisan itu (sebagai barang bukti, dan pelajaran bagi kita semua). Menghilangnya tulisan di kompasiana itu mungkin akibat ketakutan si penulis akan di meja hijaukan oleh PKS karena ternyata tulisannya salah besar. 100% FITNAH. Dia ingin menghilangkan barang bukti.

Saya sempat berpikir untuk mengusulkan kepada BIRO HUKUM DPP PKS untuk mengusut dan memperkarakan kasus pencemaran nama baik PKS ini agar menggentarkan para tukang fitnah dan agar mereka tidak lagi menyebar fitnah, kepada siapapun. Kalau tulisan yang di kompasiana.com sudah hilang tapi yang di kabarbisnis.com masih ada disitu menyebuat "...Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)..". Menurut saya itu juga perlu diluruskan, namun berhubung keterbatasan maka saya pribadi tidak bisa "menjangkaunya". Mungkin Biro Hukum bisa turun tangan.

Tapi saya juga tidak tahu, bagaimana menghubungi BIRO HUKUM DPP PKS. Ada yang tahu? atau ada solusi yang lain?


Jum'at, 19 Maret 2010.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Banjir Labansari: Memanggil Rasa Persaudaraan Sesama


Laporan Rizali Noor, Ketua DPC Cikarang Timur

Banjir Labansari terjadi mulai hari sabtu 20 maret 2010 dini hari. Banjir ini diakibatkan luapan dari sungai Citarum. Sebenarnya di wilayah bekasi dan karawang terakhir ini curah hujan tidak terlalu tinggi. Tetapi curah hujan didaerah kabupaten Bandung cukup tinggi sehingga wilayah tersebut juga banjir terlebih dulu, seperti Bale Endah, Jl M Toha.

Dengan tingginya curah hujan di Kabupaten Bandung bendungan Walahar dan Saguling sebagai penampungan sungai Citarum tidak bisa menampung debit air yang cukup tinggi itu. Akibatnya pintu air terpaksa dibuka untuk menghindari jebolnya bendungan.

Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Labansari dan sekitarnya. Info terakhir (22/3/2010) dini hari debit air semakin naik, wilayah banjir semakin meluas sampai desa Bojongsari. Tingginya debit air dan pasangnya air laut menyebabkan air tidak kunjung mengalir ke laut. Kalau malam gelap gulita karena PLN melakukan pemadaman Listrik dan banyak nyamuk. Sehingga lilin dan losion obat nyamuk sangat diperlukan oleh warga di pengungsian.

Kelurahan Sertajaya tidak Banjir tapi Lurahnya kebanjiran

Lho, kok bisa?
Pak Lurah Agus adalah lurah Sertajaya, tapi beliau tinggal di desa Labansari, rumah beliau terendam air hingga ketinggian 1,5 meter . Beliau terpaksa mengungsi bersama warga Labansari yang lain.

Reaksi Cepat PKS DPC CITI

Ditengah kesibukan kader PKS yang sedang Munasoroh Palestine hari sabtu 20/03/10 para kader dan simpatisan melakukan penggalangan dana. Alhamdulilah Ahad (21/3/2010) pagi kami melakukan pengiriman bantuan makanan siap saji alias nasi uduk spesial kerupuk. Berkat respon cepat dan spontanitas warga sekitar terkumpul nasi uduk senilai Rp 2 juta. Jadi kami mohon ma'af pada warga Kancil dan sekitanya kalau hari ahad pagi terjadi kelangkaan nasi uduk. Tapi alhamdulillah aksi borong nasi uduk yang dilakukan PKS bersama warga Kancil tidak sampai terjadi rush. Harga nasi uduk sampe saat ini masih Rp 2.500.

Distribusi Logistik PKS sampe saat ini sudah 4 kloter yaitu pagi, siang, sore dan malam. Jam 23.00 bantuan datang dari P2B DPD Kab Bekasi. Dan rencana kami tetap berusaha terus mengirim bantuan makanan siap saji.

Banjir masih terus mengancam Labansari

BMG memperkirakan curah hujan di Wilayah Bandung dan sekitarnya masih tinggi. Artinya wilayah sepanjang aliran sungai Citarum masih teramcam banjir. Kami DPC PKS mengajak seluruh Kader dan Simpatisan untuk terus menyalurkan bantuan uang maupun makanan. CP yang bisa di hubungi Rizal 081 316 239 733 atau Posko Banjir di lapangan dengan Ust. Ja'far 087880411187.

Senin, 06 April 2009

Ada Apa Dengan KPU

Menjelang hari H Pemilu, KPU bikin gebrakan baru.
Pada 27 Maret lalu, Komisi Pemilihan mengeluarkan surat edaran Nomor 612/KPU/III/2009. Surat itu membolehkan individu menyumbang di atas Rp 1 miliar dan badan usaha di atas Rp 5 miliar. Syaratnya, sumbangan tidak diberikan sekaligus.

Sebuah surat edaran yang menimbulkan tanda tanya ada apa gerangan dengan KPU. Terkesan ada nuansa merestui money politics di dalamnya. Paling tidak surat edaran itu akan mudah dimanfaatkan oleh oknum yang demen main-main uang untuk membeli suara rakyat.

DR. Hidayat Nurwahid, Ketua MPR RI segera bereaksi atas terbitnya surat edaran itu.
"Surat edaran itu dapat menjadi sarana money laundering. Untuk itu KPU harus mencabut secepatnya," ungkapnya. Surat Edaran itu berisi dibolehkannya individu menyumbang di atas Rp 1 miliar per transaksi, dan badan usaha di atas Rp 5 miliar per transaksi.

"Surat edaran itu dapat menjadi sarana money laundering. Untuk itu KPU harus mencabut secepatnya," ungkap Hidayat Nur Wahid di hadapan puluhan ribu kader dan simpatisan PKS yang hadir dalam rapat umum PKS di Lapangan Cirenggang, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4).

Keluarnya surat edaran KPU yang hanya beberapa hari menjelang hari H Pemilu dapat menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. "Ada apa di balik keluarnya surat edaran yang mendadak itu," Tanya Hidayat. Jika surat edaran itu tidak dicabut, Hidayat mengkhawatirkan, kualitas Pemilu 2009 kurang baik. Karena akan muncul banyak kecurangan, terutama money politics. Padahal, kata Hidayat, KPU seharusnya meneruskan tradisi sukses dalam penyelenggaraan Pemilu. Mantan Presiden PKS itu menegaskan, KPU harus segera menyelesaikan masalah yang dapat menghambat suksesnya Pemilu 2009. Selain pencabutan surat edaran yang keluar menjelang pelaksanaan Pemilu, juga persoalan DPT yang hingga kini masih menjadi persoalan.

"Karenanya Pemilu 2009 harus benar-benar kita sukseskan. Setidaknya ada tiga hal yang sampai saat ini bisa menghambat kesuksesan Pemilu 2009. Persoalan DPT yang belum beres, Surat Edaran KPU soal sumbangan partai, dan money politics," kata Hidayat. Oleh karenanya, Anggota Majelis Syuro PKS itu mengajak seluruh pihak, pemerintah, KPU Pusat, Daerah, Partai Politik para caleg, agar melanjutkan prestasi Indonesia di tingkat dunia sebagai negara pelaksana demokrasi terbesar ketiga dunia dan terbesar pertama di dunia Islam. (hp)

Sumber http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7178

Rabu, 25 Maret 2009

Mudahnya Memasarkan PKS

Pemilu makin dekat, sosialisasinya semakin digenjot. Lha wong KPU masih tenang-tenang aje. Masih banyak yang tidak tahu cara memilih. Coblos atau contreng. Trus contreng itu diapain to.... PKS akhirnya harus terus menerus mensosialisasikannya. Lalu merekamnya, menjadikannya kartun dan menguploadnya ke Youtube, agar bisa dinikmati lebih banyak warga masyarakat.


Salah satunya yang menikmati adalah para relawan yang siap jadi saksi di TPS-TPS di Cikarang Timur nantinya. Banyaknya materi video yang bisa saya download dari youtube membuat para calon saksi gembira menerimanya. Sayapun senang mempresentasikannya di depan mereka.
Karena senang sama senang semoga ilmunya nyangkut. Ya berita baik tentang PKS dari berbagai media maupun made in kader PKS sendiri membuat kita mudah memasyarakatkan PKS. Salut dan terima kasih buat para arsitek di belakangnya!

Ya, pemilu semakin dekat, maka sosialisasi terus harus dilakukan. Termasuk juga pelatihan-pelatihan bagi calon saksi. Agar mereka nanti dapat bekerja profesional di TPS masing-masing. Bukan cuma mencatat hasil pemilu. Tapi benar-benar menyaksikan dan mengontrol jalannya pemungutan suara dari jam 6 pagi sampai selesai.


Dan tak kalah pentingnya kerja besar dan berat ini akan menjadi ringan jika diberi muatan lagi.... Lho?

Ya, muatan keikhlasan untuk mendapat ridho Allah SWT.

Yang Kreatif di Balik Iklan

Selain perang darat, beberapa partai politik tak melewatkan pertarungan di udara. Melalui iklan politik di layar televisi, persaingan merebut simpati publik menjadi makin ketat. Salah satu tokoh di balik iklan itu adalah Irfan Wahid. Wahid, nama belakang ayah dua anak kelahiran Jakarta, 25 Februari 1969 lalu itu, tentu saja akan mengingatkan kita pada mantan presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pemilik nama Irfan Wahid (akrab disapa Ipang Wahid) tersebut memang keponakannya. Tepatnya, anak sulung Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus Dur.

Tak seperti sejumlah keluarga besar Wahid lainnya, Ipang lebih memilih gemerlap dunia periklanan sebagai jalan hidup. Namun, politik sepertinya memang tidak bisa jauh darinya. Bukan sebagai politikus, melainkan sebagai konsultan sekaligus sutradara iklan politik. "Berlabuh sebagai konsultan komunikasi politik sebenarnya termasuk bagian dari perjalanan spiritual saya," ujar Ipang kepada Jawa Pos saat ditemui di kantornya. Dia mengaku, keputusannya ikut terjun di dunia politik, meski bukan di politik praktis, adalah bagian dari proses dakwah. Sejak Desember 2007 lalu, Ipang memiliki peran signifikan dalam strategi komunikasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Slogan bersih dan peduli termasuk salah satu hasil pemikirannya bersama anak buahnya di Fastcomm Communication. "Iklan di tv otomotis juga kami yang tangani," ungkapnya.

Mengapa PKS? Ipang mengaku, hanya kebetulan PKS yang lebih dulu melamar dirinya. "Sebenarnya saya terbuka dengan semua partai Islam, tapi PKS memang lebih dekat," ujar mantan anggota dewan pakar DPP PKS yang sudah mengundurkan diri tersebut. Selain iklan politik PKS, Ipang sempat menggarap iklan Soetrisno Bachir yang memiliki slogan terkenal Hidup Adalah Perbuatan, iklan selamat hari raya dari PKB, dan beberapa iklan lain. "Tapi, saat ini saya hanya memegang PKS, yang lain belum," ungkapnya.

Dia mengaku puas dengan hasil iklan PKS selama ini. Dengan dana terbatas, efektivitas iklan PKS bisa menandingi iklan partai lain yang keluar dana lebih besar. "PKS ini kan termasuk dhuafa, jadi sejak awal saya berpikir bagaimana membuat iklan berkonten unik, tapi murah," tandasnya. Beberapa iklan PKS memang sempat memunculkan kontroversi di publik. Antara lain, iklan pahlawan nasional, iklan yang menampilkan guntingan headline berita, dan lainnya. "Itu salah satu parameter keberhasilan, sedikit beriklan, tapi banyak berita di media," katanya lantas tertawa. Sejak lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Ipang bertekad menggeluti bidang periklanan. Dia pun terbang ke Amerika untuk mengambil kuliah musik dan bisnis video di The Art Institute of Seattle. Di sana Ipang sempat bekerja di sebuah perusahaan periklanan besar Amerika. "Nah, dari situlah saya mulai sampai sekarang jadi sutradara," kisahnya.

Begitu pulang ke Indonesia, dia sempat bekerja di perusahaan asing yang bergerak di bidang periklanan sampai 2000. Dua tahun selanjutnya, dia membuka perusahaan sendiri dengan nama 25 Frames. Perusahaan itu kemudian berkembang menjadi Fastcomm sampai sekarang. "Di perusahaan, orang bekerja pada saya maskimal tiga tahun. Setelahnya dia harus buka perusahaan sendiri. Saya siapkan kaderisasi agar periklanan di Indonesia tidak hanya dikuasai orang asing," paparnya.

(sumber: Jawa Pos.co.id)

Selasa, 24 Februari 2009

Lihat Track Record-nya

Pemilu makin dekat. 44 hari lagi. Maka wajar jika udara kita makin penuh dengan berndera berbagai partai, plus nama caleg yang mengibarkannya. Maka wajar jika pohon-pohon tak lagi berbuah. Tapi tumbuh bendera di puncaknya. Plus foto-foto caleg di batang-batangnya.

Banyak orang awam yang bingung mau milih yang mana. Maka siapa yang nempel di dekat rumahnya bisa jadi itu yang dicentang tanggal 9 April nanti. Atau siapa yang mengetok pintu memberi uang, atau siapa yang mengetok pintu untuk tulus silaturahim.

Untuk yang melek informasi mudah melakukan pilihan. Yaitu dengan melihat track record-nya. Ini pula yang dianjurkan oleh PKS. Lihat track recordnya, seperti iklan ini:

Jumat, 13 Februari 2009

BERKAH SENYUM

Oleh: Choirul Asyhar

Alhamdulillah, Allah memberikan perangkat ekspresi pada wajah kita yang bernama senyum ini. Bayangkan jika ‘senyum’ ini tidak ada di wajah manusia. Hidup terasa tegang, kaku, tertekan. Hubungan sesama manusia menjadi tidak akrab, tidak saling menyapa, bahkan bisa menjadi bermusuhan satu sama lain. ‘Hanya’ dengan saling melempar senyuman semua ketegangan, kekakuan, ketertekanan dan permusuhan bisa lumer. ‘Hanya’ dengan menebar senyuman keakbaran, persahabatan, saling kenal, saling dekat bisa terjalin.

Subhanallah. Karena itulah sungguh menakjubkan ketika Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa senyum itu juga sedekah. Bagai menebar sedekah materi yang bisa meningkatkan kesejahteraan si miskin, menebar senyum juga bisa menciptakan kesejahteraan ruhani pada lingkungan masyarakat.

Tiga-empat bulan terakhir ini sampai dua bulan ke depan wajah Indonesia juga banyak dibanjiri senyuman. Meskipun hanya berupa gambar. Yaitu senyuman ratusan ribu Caleg, yang poster wajahnya terpampang di seluruh pelosok negeri. Mulai dari jalan besar sampai jalan desa bahkan dusun dan jalan setapak di pematang sawah. Tiang listrik dan pohon-pohon tak luput dari kunjungan gambar-gambar Caleg-caleg yang selalu tersenyum ini.

Saya belum menemui gambar Caleg yang tegang tanpa senyuman. Apalagi cemberut. Dari yang senyuman lebar sehingga tampak gigi serinya, sampai senyum simpul yang hanya tersungging sedikit. Tak masalah, asal dilakukan dengan tulus dari hati yang terdalam, insya Allah pesan senyum itu akan sampai ke hati rakyat calon pemilihnya.

Ya, ketulusan itu memang penting. Apalagi bagi seorang Caleg. Senyuman yang gambarnya ditebar di mana-mana itu semoga dilakukan dengan tulus. Bukan hanya karena ingin meraih simpati rakyat, agar terpilih dan duduk di kursi dewan. Ketulusan senyuman para Caleg akan terbukti nanti setelah mereka bekerja di gedung dewan dan benar-benar terjun di masyarakat. Sekarang Anda menebar senyuman kepada rakyat; nanti setelah menjadi wakil rakyat, giliran rakyatlah yang tersenyum. Karena kehidupannya menjadi lebih baik. Itu berkat perjuangan Anda yang mau bersusah payah dan bersakit-sakit memperjuangkan nasib rakyat di gedung dewan.

Jangan sampai Anda memonopoli senyuman. Kini Anda menebar senyuman untuk meraih simpati. Dan ketika menjadi anggota dewan Anda terus tersenyum menikmati kedudukan dan kekayaan. Sementara rakyat terus menangis meratapi nasibnya. Naudzubillahi min dzalika.

Semoga bertebarannya senyuman di seantero Indonesia ini mendatangkan berkah Allah bagi bangsa ini. Amin.

Cikarang Baru, 13 Februari 2009