Tampilkan postingan dengan label iklan PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iklan PKS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2009

Yang Kreatif di Balik Iklan

Selain perang darat, beberapa partai politik tak melewatkan pertarungan di udara. Melalui iklan politik di layar televisi, persaingan merebut simpati publik menjadi makin ketat. Salah satu tokoh di balik iklan itu adalah Irfan Wahid. Wahid, nama belakang ayah dua anak kelahiran Jakarta, 25 Februari 1969 lalu itu, tentu saja akan mengingatkan kita pada mantan presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pemilik nama Irfan Wahid (akrab disapa Ipang Wahid) tersebut memang keponakannya. Tepatnya, anak sulung Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus Dur.

Tak seperti sejumlah keluarga besar Wahid lainnya, Ipang lebih memilih gemerlap dunia periklanan sebagai jalan hidup. Namun, politik sepertinya memang tidak bisa jauh darinya. Bukan sebagai politikus, melainkan sebagai konsultan sekaligus sutradara iklan politik. "Berlabuh sebagai konsultan komunikasi politik sebenarnya termasuk bagian dari perjalanan spiritual saya," ujar Ipang kepada Jawa Pos saat ditemui di kantornya. Dia mengaku, keputusannya ikut terjun di dunia politik, meski bukan di politik praktis, adalah bagian dari proses dakwah. Sejak Desember 2007 lalu, Ipang memiliki peran signifikan dalam strategi komunikasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Slogan bersih dan peduli termasuk salah satu hasil pemikirannya bersama anak buahnya di Fastcomm Communication. "Iklan di tv otomotis juga kami yang tangani," ungkapnya.

Mengapa PKS? Ipang mengaku, hanya kebetulan PKS yang lebih dulu melamar dirinya. "Sebenarnya saya terbuka dengan semua partai Islam, tapi PKS memang lebih dekat," ujar mantan anggota dewan pakar DPP PKS yang sudah mengundurkan diri tersebut. Selain iklan politik PKS, Ipang sempat menggarap iklan Soetrisno Bachir yang memiliki slogan terkenal Hidup Adalah Perbuatan, iklan selamat hari raya dari PKB, dan beberapa iklan lain. "Tapi, saat ini saya hanya memegang PKS, yang lain belum," ungkapnya.

Dia mengaku puas dengan hasil iklan PKS selama ini. Dengan dana terbatas, efektivitas iklan PKS bisa menandingi iklan partai lain yang keluar dana lebih besar. "PKS ini kan termasuk dhuafa, jadi sejak awal saya berpikir bagaimana membuat iklan berkonten unik, tapi murah," tandasnya. Beberapa iklan PKS memang sempat memunculkan kontroversi di publik. Antara lain, iklan pahlawan nasional, iklan yang menampilkan guntingan headline berita, dan lainnya. "Itu salah satu parameter keberhasilan, sedikit beriklan, tapi banyak berita di media," katanya lantas tertawa. Sejak lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Ipang bertekad menggeluti bidang periklanan. Dia pun terbang ke Amerika untuk mengambil kuliah musik dan bisnis video di The Art Institute of Seattle. Di sana Ipang sempat bekerja di sebuah perusahaan periklanan besar Amerika. "Nah, dari situlah saya mulai sampai sekarang jadi sutradara," kisahnya.

Begitu pulang ke Indonesia, dia sempat bekerja di perusahaan asing yang bergerak di bidang periklanan sampai 2000. Dua tahun selanjutnya, dia membuka perusahaan sendiri dengan nama 25 Frames. Perusahaan itu kemudian berkembang menjadi Fastcomm sampai sekarang. "Di perusahaan, orang bekerja pada saya maskimal tiga tahun. Setelahnya dia harus buka perusahaan sendiri. Saya siapkan kaderisasi agar periklanan di Indonesia tidak hanya dikuasai orang asing," paparnya.

(sumber: Jawa Pos.co.id)

Selasa, 24 Februari 2009

Lihat Track Record-nya

Pemilu makin dekat. 44 hari lagi. Maka wajar jika udara kita makin penuh dengan berndera berbagai partai, plus nama caleg yang mengibarkannya. Maka wajar jika pohon-pohon tak lagi berbuah. Tapi tumbuh bendera di puncaknya. Plus foto-foto caleg di batang-batangnya.

Banyak orang awam yang bingung mau milih yang mana. Maka siapa yang nempel di dekat rumahnya bisa jadi itu yang dicentang tanggal 9 April nanti. Atau siapa yang mengetok pintu memberi uang, atau siapa yang mengetok pintu untuk tulus silaturahim.

Untuk yang melek informasi mudah melakukan pilihan. Yaitu dengan melihat track record-nya. Ini pula yang dianjurkan oleh PKS. Lihat track recordnya, seperti iklan ini:

Selasa, 10 Februari 2009

Perencanaan itu Perlu!

Untuk mencapau kemenangan Pemilu 2009, yang kita perlukan adalah:
1. Perencanaan
2. Satu tujuan yang jelas
3. Fokus
4. Klik video ini.......

Rabu, 21 Januari 2009

PKS: Apa Kata Mereka?

Rabu, 12 November 2008

Thomas Alfa Edison dan PKS

Judul asli: Ada Apa di Balik Guremnya PKS


Sejak pemilu 1999, 2004 dan hingga kini 2008, berbagai kalangan media massa, masyarakat luas, bahkan pengamat dari negara asing sudah tahu kalau Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu partai gurem, alias perolehan suaranya tidak pernah melebihi 8%. Tidak ada istimewa dan aneh mengenai status guremnya si bulan kembar pengapit padi itu. Bukan barang baru, biasa saja.

Namun, masyarakat luas semakin cerdas dan tidak terkecoh dengan angka kecil, sebagaimana kecilnya partai bernomor 8 itu. Sebab tidak semua yang berjumlah, berbobot, berukuran atau bernilai angka kecil itu bermakna tidak ada artinya atau tidak ada perannya.

Dengan membaca sejarah orang paham bahwa suatu bangsa, peradaban bahkan wajah dunia seringkali diubah oleh pergerakan yang dirintis oleh satu orang saja, atau segelintir golongan minoritas alias berjumlah kecil.

Contohnya adalah si raja penemu asal AS, Thomas Alva Edison, yang di dunia ini hanya berjumlah satu di antara bermiliar-miliar manusia. Dalam persen, jumlah sosok Thomas Alva Edison ini dibandingkan seluruh miliaran penduduk dunia adalah kurang lebih 0,0000000001%, yakni nyaris “nol” alias tidak ada. Jumlah ini terlampau jauh lebih kecil daripada perolehan suara PKS di pemilu 2004 (sekitar 7%).

Lalu kenapa media massa seolah hingar-bingar meliput kiprah partai bulan-padi bernomor 8 ini? Padahal PKS partai kecil, gurem, beranggota sedikit, tidak punya kekuatan, tukang koar-koar. Fenomena PKS itu bisa dipahami dengan logika sebagaimana kasus Thomas Alva Edison, sang pendiri perusahaan raksasa General Electric.

Edison, yang hanya satu orang di antara miliaran manusia, memiliki tak kurang dari 1.097 temuan yang telah dipatenkan. Dua di antaranya adalah bola lampu listrik dan sistem pendistribusian listrik, yang benar-benar telah mengubah wajah dunia, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Edison menjadi buah bibir warga seluruh dunia bukan karena jumlah sosoknya yang hanya sekitar 0,0000000001%, tapi karena prestasi luar biasanya yang berdampak dahsyat dan bermanfaat besar buat orang sejagat.

Abu Awlaadih, onenosed@googlemail.com
http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2008/11/10/60782/ada-apa-di-balik-guremnya-pks/

Heboh Iklan Hari Pahlawan

Durasinya cuma 31 detik. Karena biaya tayang di TV pasti mahal, maka iklan sengaja dibuat singkat tapi padat informasi. Selain itu harus eye catching. Menarik perhatian orang.
Maka perlu kecerdasan dan kreatifitas untuk membuat iklan yang singkat dan kena.

Durasinya cuma 31 detik, tapi gaungnya berjam-jam. Bahkan berhari-hari. Bahkan bermilis-milis ramai membicarakannya. Iklan gratis pun beredar dimana-mana.

Yang kreatif memang selalu leading.
Yang reaktif bakal bleeding.

Bravo PKS!
Ijtihad politik ini, insya Allah selalu mendapat petunjuk-Nya. Amiin.

Inilah iklan yang heboh itu:

Rabu, 29 Oktober 2008

PKS Untuk Semua

PKS itu partai da'wah. Inilah yang dimaklumi oleh orang ramai. Baik kader, simpatisan, maupun orang-orang yang senantiasa mengamati gerak langkah PKS.

Ada yang gerah dengan klaim ini. Karena salah memaknainya. Dianggapnya PKS mengklaim, hanya PKS lah, yang berhak menyandang sebagai lembaga da'wah. PKS telah memonopoli da'wah sebagai miliknya saja. Padahal tidak demikian. PKS tidak memonopoli da'wah menjadi tugasnya sendiri. Da'wah adalah kewajiban setiap muslim. Jika demikian malah ringanlah tugas da'wah itu. Karena semua elemen masyarakat memikulnya.

Lalu apa sih da'wah itu?
Da'wah adalah mengajak manusia kepada Allah, dari gelapnya jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jadi setiap orang dan lembaga, boleh berda'wah. Kalau semua orang berda'wah. Di parlemen, di legeslatif, yudikatif... wow betapa indahnya negeri ini.

Lalu siapa obyek da'wah? Setiap orang! Jadi berda'wah memang bukan hanya di masjid. Jadi berda'wah bukan hanya kepada aktifis masjid. Berda'wah bisa di pasar, bisa di bioskop, bisa di panggung musik. Bisa di kantor kelurahan, camat, bupati, walikota, gubernur, bahkan presiden. Bisa di lembaga LSM, gedung parlemen, dan sebagainya.

Maka kalau muncul iklan PKS dalam rangka sumpah pemuda, di mana ada gambar Bung Karno, salah satu founding father negeri ini. Tidak ada yang salah dalam langkah da'wah PKS ini. Karna cahaya Islam memang harus disyiarkan ke seluruh penjuru tanah air ini. Lewat berbagai sarananya.

Bagi yang belum pernah menyaksikan iklan itu, silakan simak di sini:



Ck.... ck... ck....
PKS memang untuk semua.

Memang sekarang jamannya PKS, Rek!

Allahu Akbar!

Choirul Asyhar
http://pks-world.blogspot.com