Tampilkan postingan dengan label PKS Cikarang Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS Cikarang Timur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2010

Banjir Labansari: Memanggil Rasa Persaudaraan Sesama


Laporan Rizali Noor, Ketua DPC Cikarang Timur

Banjir Labansari terjadi mulai hari sabtu 20 maret 2010 dini hari. Banjir ini diakibatkan luapan dari sungai Citarum. Sebenarnya di wilayah bekasi dan karawang terakhir ini curah hujan tidak terlalu tinggi. Tetapi curah hujan didaerah kabupaten Bandung cukup tinggi sehingga wilayah tersebut juga banjir terlebih dulu, seperti Bale Endah, Jl M Toha.

Dengan tingginya curah hujan di Kabupaten Bandung bendungan Walahar dan Saguling sebagai penampungan sungai Citarum tidak bisa menampung debit air yang cukup tinggi itu. Akibatnya pintu air terpaksa dibuka untuk menghindari jebolnya bendungan.

Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Labansari dan sekitarnya. Info terakhir (22/3/2010) dini hari debit air semakin naik, wilayah banjir semakin meluas sampai desa Bojongsari. Tingginya debit air dan pasangnya air laut menyebabkan air tidak kunjung mengalir ke laut. Kalau malam gelap gulita karena PLN melakukan pemadaman Listrik dan banyak nyamuk. Sehingga lilin dan losion obat nyamuk sangat diperlukan oleh warga di pengungsian.

Kelurahan Sertajaya tidak Banjir tapi Lurahnya kebanjiran

Lho, kok bisa?
Pak Lurah Agus adalah lurah Sertajaya, tapi beliau tinggal di desa Labansari, rumah beliau terendam air hingga ketinggian 1,5 meter . Beliau terpaksa mengungsi bersama warga Labansari yang lain.

Reaksi Cepat PKS DPC CITI

Ditengah kesibukan kader PKS yang sedang Munasoroh Palestine hari sabtu 20/03/10 para kader dan simpatisan melakukan penggalangan dana. Alhamdulilah Ahad (21/3/2010) pagi kami melakukan pengiriman bantuan makanan siap saji alias nasi uduk spesial kerupuk. Berkat respon cepat dan spontanitas warga sekitar terkumpul nasi uduk senilai Rp 2 juta. Jadi kami mohon ma'af pada warga Kancil dan sekitanya kalau hari ahad pagi terjadi kelangkaan nasi uduk. Tapi alhamdulillah aksi borong nasi uduk yang dilakukan PKS bersama warga Kancil tidak sampai terjadi rush. Harga nasi uduk sampe saat ini masih Rp 2.500.

Distribusi Logistik PKS sampe saat ini sudah 4 kloter yaitu pagi, siang, sore dan malam. Jam 23.00 bantuan datang dari P2B DPD Kab Bekasi. Dan rencana kami tetap berusaha terus mengirim bantuan makanan siap saji.

Banjir masih terus mengancam Labansari

BMG memperkirakan curah hujan di Wilayah Bandung dan sekitarnya masih tinggi. Artinya wilayah sepanjang aliran sungai Citarum masih teramcam banjir. Kami DPC PKS mengajak seluruh Kader dan Simpatisan untuk terus menyalurkan bantuan uang maupun makanan. CP yang bisa di hubungi Rizal 081 316 239 733 atau Posko Banjir di lapangan dengan Ust. Ja'far 087880411187.

Rabu, 25 Maret 2009

Mudahnya Memasarkan PKS

Pemilu makin dekat, sosialisasinya semakin digenjot. Lha wong KPU masih tenang-tenang aje. Masih banyak yang tidak tahu cara memilih. Coblos atau contreng. Trus contreng itu diapain to.... PKS akhirnya harus terus menerus mensosialisasikannya. Lalu merekamnya, menjadikannya kartun dan menguploadnya ke Youtube, agar bisa dinikmati lebih banyak warga masyarakat.


Salah satunya yang menikmati adalah para relawan yang siap jadi saksi di TPS-TPS di Cikarang Timur nantinya. Banyaknya materi video yang bisa saya download dari youtube membuat para calon saksi gembira menerimanya. Sayapun senang mempresentasikannya di depan mereka.
Karena senang sama senang semoga ilmunya nyangkut. Ya berita baik tentang PKS dari berbagai media maupun made in kader PKS sendiri membuat kita mudah memasyarakatkan PKS. Salut dan terima kasih buat para arsitek di belakangnya!

Ya, pemilu semakin dekat, maka sosialisasi terus harus dilakukan. Termasuk juga pelatihan-pelatihan bagi calon saksi. Agar mereka nanti dapat bekerja profesional di TPS masing-masing. Bukan cuma mencatat hasil pemilu. Tapi benar-benar menyaksikan dan mengontrol jalannya pemungutan suara dari jam 6 pagi sampai selesai.


Dan tak kalah pentingnya kerja besar dan berat ini akan menjadi ringan jika diberi muatan lagi.... Lho?

Ya, muatan keikhlasan untuk mendapat ridho Allah SWT.

Sabtu, 27 Desember 2008

Caleg PKS Paling Miskin

Oleh Choirul Asyhar

Pemilu 2009 bagai ajang promosi diri para caleg. Bukan promosi partai. Di mana-mana terpampang foto-foto caleg plus janji-janjinya. Gambar dan nomor urut caleg lebih besar daripada logo dan nomor partai. Setiap pertigaan atau perempatan ada spanduk atau baliho caleg. Di setiap pohon tak ada yang bersih dari pamflet caleg. Juga tiang listrik dan tembok-tembok di tempat umum. 'Dikotori' oleh stiker dan pamflet. Belum yang setiap saat lagu dan jargonnya ditayangkan di radio.

Dari wajah-wajah yang tampil di jalanan itu, tidak sedikit yang masih punya hubungan kekerabatan. Tapi muncul dengan latar belakang bendera partai yang berbeda. Di dusun-dusun suasana perpecahan pemihakan warga seperti saat suasana pilkades.

Entah berapa milyar atau trilyun belanja kampanye dari beberapa bulan yang lalu sampai masa tenang akhir Maret 2009 nanti. Selain itu masyarakat pasti banyak yang bingung. Salah satunya komentar warga yang didatangi team direct selling PKS, "Udahlah Mas, satu aja stikernya. Kasih tahu aja saya, mana yang harus saya coblos. Bingung saya...!"

Ngomong-ngomong belanja kampanye, yang paling banyak uangnyalah yang banyak memasang gambar wajahnya di berbagai tempat itu. Wajar saja, bahkan untuk maju sebagai caleg pun dia pasti sudah berhitung dulu, berapa tebal kantongnya dan berapa luas sawahnya yang bakal digadaikan.

Mungkin hanya PKS partai yang mencalonkan kadernya tanpa melihat kemampuan kantong kader tersebut terlebih dahulu. Karena pencalonan lebih banyak berdasarkan kemampuan kader tersebut, loyalitas dan kekuatan moralnya, sehingga nanti jika terpilih dapat menjadi wakil rakyat yang amanah, bersih, peduli dan profesional.

Masalah sosialisai diserahkan kepada konstituen yang bisa memobilisasi dana untuk kampanye sang kader yang dicalegkan itu. Seorang Ustadz di Cikarang salah satu contoh caleg tersebut. Dia pernah bilang, "saya caleg paling 'kere', sehingga sampai saat ini belum ada sosialisasi gambar saya."

Mendengar pengakuan ini, para jamaahnya bertekad mengumpulkan dana. Salah satunya, satu halaqah telah bertekad akan mencetak seribu kalender yang bergambar sang Ustadz. Jika tidak demikian, entah bagaimana pencalegannya dapat tersosialisasi.

Selain itu, kini mulai terpampang di banyak perempatan baliho-baliho yang bergambar kesepuluh caleg PKS di sebuah dapil. Di baliho itulah mulai muncul gambar sang Ustadz dengan senyumnya yang khas itu.

Memang dalam etika Islam ada 'larangan' untuk minta dipilih. Maka saya berdoa, kondisi ini akan mengantarkan sang Ustadz pada kebaikan kedudukan di sisi Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Amiin.

Cikarang Baru, 29 Dzulhijjah 1429