Jakarta - Majelis Syuro PKS menggelar rapat mendadak di Lembang, Jawa Barat Kamis malam (3/3/2011) menyikapi pidato Presiden SBY soal kisruh koalisi. Hasil rapat menetapkan sikap resmi PKS. Jakarta - Majelis Syuro PKS menggelar rapat mendadak di Lembang, Jawa Barat Kamis malam (3/3/2011) menyikapi pidato Presiden SBY soal kisruh koalisi. Hasil rapat menetapkan sikap resmi PKS. Berikut hasil pertemuan Lembang seperti disampaikan Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq yang juga salah satu anggota Majelis Syuro kepada www.today.co.id, Jumat (4/3/2011). Pertama, PKS sesuai pidato Presiden SBY akan menunggu apa yang menjadi keputusan Presiden SBY soal format koalisi. Kedua, PKS tetap berpendirian bahwa sikap politiknya tentang angket pajak sejalan dengan piagam, agenda, dan kode etik koalisi. Ketiga, bahwa tidak tercapainya kesepakatan itu adalah realitas yang harus diketahui secara obyektif oleh Presiden SBY, dan mengevaluasi manajemen koalisi yang selama ini dikordinasikan oleh Partai Demokrat, khususnya di DPR. Keempat, keputusan Presiden SBY soal koalisi ini sebaiknya dikomunikasikan langsung antara Pak SBY dengan Ketua Majelis Syuro PKS (Ustad Hilmi Aminuddin) sebagaimana proses kesepakatan koalisi antara PKS dengan Pak SBY tahun 2009. Kelima, jajaran struktur PKS siap terus bekerja untuk kepentingan negara dan bangsa sesuai hasil Mukernas Yogyakarta baik di dalam posisi di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.(rez/rez) |
Minggu, 06 Maret 2011
Hasil Pertemuan Majelis Syuro PKS di Lembang
Jumat, 25 Februari 2011
Hilmy Aminuddin: Tak Masalah Menteri PKS Dicopot
Pasca sidang paripurna DPR, rumor ihwal pencopotan sejumlah pos menteri milik PKS mencuat ke permukaan. Hal ini tidak terlepas dari sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi.
Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmy Aminuddin menegaskan jika pun pada akhirnya empat kursi menteri PKS dicopot presiden, pihaknya sama sekali tak merisaukan.
"Berjuang untuk kepentingan negara tidak mesti di dalam pemerintahan. Jadi tidak ada soal bagi kami," cetusnya kepada INILAH.COM melalui saluran telepon, Rabu (23/2/2011). Berikut wawancara lengkapnya:
Apa landasan sikap PKS terkait dukungan atas usul angket pajak melalui sidang paripurna DPR?
Sikap itu merupakan bentuk tanggungjawab kita kepada masyarakat. Karena sebanyak 70 persen APBN kita dihasilkan dari pajak. Kita ingin pajak bersih dari hal yang seperti dilakukan Gayus.
Namun sikap ideal PKS ini dinilai oleh kalangan koalisi sebagai sikap pembangkangan terhadap koalisi. Apa komentarnya?
Yang penting kita tidak membangkang kepada rakyat. Acuan kita kan untuk kepentingan rakyat.
Rumor berkembang, atas sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi disebut-sebut jatah kursinya di kabinet akan dikurangi. Apa komentarnya?
Belum tahu. Presiden SBY belum bicara apa-apa sama saya. Namun, kalau soal kabinet bukan urusan kami, itu hak prerogatif presiden.
Jika berandai-andai, pada akhirnya empat kursi menteri dari PKS dilepas semua, apakah siap?
Tidak ada masalah. Berjuang untuk kepentingan negara tidak mesti di dalam pemerintahan. Pers juga kan tidak terlibat dalam pemerintahan tidak ada masalah, kan? Jadi sama sekali bukan menjadi soal bagi kami.
*sumber: inilah.com
Sri Sultan HB X: PKS Gigih Menegakkan Keadilan
Sambutan Sri Sultan pada Pembukaan Mukernas PKS
Posted on 25 February 2011 by @mukernasPKS
Yang saya hormati Presiden PKS beserta pengurus DPP,
Yang saya hormati Ketua dan Pengurus DPW PKS se-Indonesia,
Para kader, para simpatisan PKS yang saya hormati bapak-bapak ibu-ibu hadirin segenap peserta mukernas PKS yang militan.
NB: Transkrip teks ini adalah hasil rekaman audio oleh admin blog PKS Piyungan yang turut meliput acara Pembukaan Mukernas PKS
Minggu, 13 Februari 2011
Ketua DPD : Media PKS Menjadi Rujukan Berita
| Ketua DPD Kab. Bekasi H. Muhammad Nuh. |
Senin, 09 Agustus 2010
Pawai Tarhib Ramadhan di Cikarang
Kader dan simpatisan PKS dari 3 Kecamatan di Kabupaten Bekasi pagi ini (8/8/2010) mengadakan pawai motor dan mobil dalam rangka tarhib Ramadhan. Ketiga kecamatan itu adalah Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Karang Bahagia. Tarhib Ramadhan adalah kegiatan menyambut datangnya Ramadhan. Tujuannya adalah mengingatkan warga masyarakat bahwa sebentar lagi akan masuk bulan Ramadhan.
Ust. Faizal Hafan Farid, melepas pawai tarhib Ramadhan |
”Barang siapa bersuka cita menyambut kedatangan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya disentuh api neraka.” demikian kata orator di atas mobil pick up sambil menyitir sebuah hadis Nabi SAW.
Pawai ini dimulai setelah kader dan simpatisan serta masyarakat Cikarang Baru melaksanakan Senam PKS Nusantara yang setiap Ahad pagi diadakan di Botanic Garden, Tropikana, Cikarang Baru. Saat pemberangkatan mereka dilepas oleh Ustadz Faizal Hafan Farid, ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi.
Rute konvoi dimulai dari Botanic Garden ke jalan baru Simprug Garder menuju Rusa, Puma dan Gardenia. Dilanjutkan ke Graha Asri, Citarik, Lemahabang, Pilar, Pasar Cikarang. Dari sini konvoi berlanjut kembali ke Lemahabang, lalu ke Pasir Gombong dan masuk ke Jababeka 2 sebelum akhirnya berakhir di Masjid Nurul Iman, Pasimal, Cikarang Baru.
Tetap tertib dan taat peraturan lalu lintas |
Selain 200 kader dan simpatisan PKS yang berangkat dari Botanic Garden, ada 500 an orang lainnya yang berangkat dari Desa Tanjung Baru. Mereka mengendarai 20 mobil dan 300-an motor. Karena konvoi bergerak dengan kecepatan 20-30 km/jam, massa ini sedikit banyak membuat lalu lintas sedikit terhambat. Meskipun dalam jumlah besar, tampak mereka berkendara dengan sopan, pengendara motor tetap mengenakan helm dan menyalakan lampu.
Ratusan motor meninggalkan Cikarang Baru |
Selama dalam perjalanan melalui mobil sound system disampaikan tentang pentingnya ibadah Ramadhan. Ibadah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh iman dan keikhlasan sehingga diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Selain itu peserta konvoi juga membagi-bagikan jadwal sholat dan puasa Ramadhan.
Melewati Graha Asri |
Marawis Al Hidayah |
Dalam konvoi ini juga disertakan satu mobil tim marawis anak-anak Al Hidayah yang sepanjang jalan melantunkan nasyid-nasyid Islami.
Selain konvoi kendaraan bermotor, di tempat lain, juga dalam rangka menyambut Ramadhan, PKS DPC Cikarang Utara juga mengadakan bakti sosial di Desa Karang Raharja, Cikarang Utara. Dalam baksos ini dijual sembako dengan harga sangat murah dan pembagian pakaian layak pakai. Penjualan sembako murah ini dikunjungi oleh tak kurang dari 260 orang.
Pandu Keadilan selalu bersiap siaga |
Seperti kegiatan-kegiatan PKS lainnya, regu Pandu Keadilan selalu siap mengamankan dan menertibkan jalannya acara ini. Misalnya menyediakan logistik, menertibkan peserta konvoi, menegakkan disiplin berlalu lintas dan ikut serta melancarkan lalu lintas di perempatan-perempatan jalan yang dilalui oleh peserta konvoi. (ca)
Sumber: Cikarang News6
Selasa, 23 Maret 2010
FITNAH Baru Buat PKS (Ayat-Ayat Tembakau)
Fitnah terbaru saya temukan tak sengaja ketika membuka situs kompasiana.com (saya sering bolak-balik ke situs ini bahkan jadi member). Jumat siang (19/3/10) mataku langsung melotot, degup jantung mendadak kencang, kala membaca satu judul artikel yang sangat provokatif.
"Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)"
Setelah dibuka ternyata isinya membuat lebih kaget lagi. Saya postingkan isinya secara utuh disini (sekaligus sebagai alat bukti, karena mungkin akan dihapus oleh si penulis)
...
Ingatan kita tentu sudah mulai melupakan kasus hilangnya ayat tembakau, pada undang undang kesehatan. Padahal pada saat kasus itu muncul, jagat media memberitakan kasus ini menjadi headline, dan muncul sampai berhari hari. Kasus ini jelasnya adalah ayat 2 pasal 113 UU Kesehatan yang dilaporkan menghilang saat diserahkan ke Sekretariat Negara. Korupsi ayat itu ketahuan karena ayat di bagian penjelasan terlupa dihapus. Setelah diributkan, ayat itu telah kembali ke posisi semula. Ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan itu berbunyi, “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa pengahapusan suatu ayat pada undang undang adalah suatu kriminal karena efeknya itu adalah kehancuran satu bangunan sistem yang sebelumnya telah dirancang oleh UU. Maka dari itu, penghapusan ayat tembakau pada UU Kesehatan juga merupakan suatu kriminal.
Baru baru ini Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) mengajukan pengaduan ulang ke Mabes Polri tentang hilangnya ayat ayar rokok itu. Sebelumnya, KAKAR sempat melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun ditolak dengan alasan tidak adanya aturan hukum yang mengatur.
Dalam pengaduan terbaru yang disampaikan pada hari Kamis (18/3/2010), dikatakan bahwa tiga Anggota DPR dilaporkan atas hilangnya satu ayat dalam Undang-Undang Kesehatan. Mereka adalah Ribka Tjiptaning dari PDIP, Mariani Baramuli dari Partai Golkar, dan Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera. KAKAR mengatakan bahwa ini merupakan tindak pidana yang sangat merugikan dan menduga ada suap disana.
Berita itu sangat mengejutkan, terutama karena ada satu anggota parlemen dari PKS yang terlibat disana. Kita berharap khusnudzon (berprasangka baik) saja, yaitu bu Aisah Sholehah ini ingin membela konstituennya. Namun Demikian, apapun tujuannya, tindakan penghilangan undang undang merupakan suatu tindakan kriminal apa lagi ini dilakukan oleh anggota DPR dari PKS yang bermoto partai dakwah dan bersih.
...
Membaca baris tulisan ".. Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera.." saya sudah langsung yakin kalau ini adalah fitnah. Karena saya sendiri tidak kenal ada anggota dewan PKS DPR pusat yang bernama Aisah Solehah. Kalau Herlini Amran, Yoyoh Yusroh, Ledia Hanifa saya kenal mereka sebagai aleg PKS DPR RI. Untungnya aleg PKS perempuan itu sedikit jadi mudah diingat. Aisah Solehah? iki sopo? Kalau aleg DPRD kabupaten atau propinsi itu mungkin ada aleg PKS yang bernama itu, tapi DPR PUSAT? ndak ada dech.
Hati ini makin mendidih membaca komentar2 pembaca yang menghujat, menyerang dan memfitnah PKS.
Maka saya pun meminta tolong pada Om Google yang baik hati, searching siapa itu sebenarnya Aisah Solehah? Benarkah dari PKS?
Alhamdulillah, Om Google cepat tanggap. Ada tulisan dari inilah.com yang menyiratkan kalau sosok Aisah Solehah (Aisyah Solekhan) adalah dari GOLKAR.
INILAH.COM, Jakarta - Tiga legislator DPR diduga telah menghilangkan ayat tentang tembakau, dalam draf rancangan Undang-Undang tentang kesehatan, September 2009 lalu.
"Yang dilaporkan Rika Ciptaning (Ketua Komisi 9 DPR dari FPDIP), Aisyah Solekhan, dan Mariani Baramuli (FPG)," kata Ketua Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar) Kartono Mohammad, usai melaporkan ke Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).
(cek disini: http://inilah.com/news/read/politik/2010/03/18/406822/inilah-3-legislator-yang-diduga-hilangkan-ayat-tembakau/)
Maka sayapun langsung kirim komentar di tulisan kompasiana itu:
MOHON DICEK APAKAH BETUL Aisah Solehah ITU DARI PKS?
KALAU TERNYATA BUKAN DARI PKS, APAKAH ANDA TIDAK MALU?
Si penulis membalas:
http://www.kabarbisnis.com/umum/hukum/2810294-Satu_ayat_hilang___Pansus_tembakau_dimabespolrikan.html
nilai sendiri mana yang benar (begitu tulisnya).
Sayapun balas komentar:
KARENA ANDA YANG MENULIS MAKA "KEWAJIBAN" ANDA UNTUK MENGKONFIRMASI LANGSUNG KE SUMBER PRIMER. TANYA LANGSUNG KE KAKAR ATAU PKS.
Karena si penulis tidak membalas, sayapun tanya ke Om Google lagi, dan jawaban Om Google lebih menjernihkan duduk perkara.
Dari situs vivanews.com ternyata menyimpan arsip tentang SIAPA SEBENARNYA Aisah Solehah yang ternyata bernama Hj.Asiah Salekan, BA, dari Golkar dapil Kalbar anggota komisi IX. Lengkap dengan biodata profil anggota dewan 2004-2009 ini.
cek disini: http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba
ASIAH SALEKAN 100 % BERASAL DARI GOLKAR.
Sayapun menulis komentar lagi:
KALAU ANDA REPOT MENCARI SIAPA Aisah Solehah YANG TERNYATA NAMANYA ADALAH Asiah Salekan DARI GOLKAR.
CEK DISINI:
http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba
Lalu saya minta agar si penulis meminta maaf kepada PKS dan meralat tulisannya. Penyelesaian kekeluargaan adalah lebih baik daripada ke meja hijau.
SEKETIKA... beberapa tulisan komentar2 pembaca yang melecehkan PKS DIHAPUS oleh si penulis, tinggal menyisakan tulisan asli dan komentar dari saya. BAHKAN, sebelum saya menyelesaikan tulisan ini, tulisan dengan judul "Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)" sudah HILANG. Bukan hanya tulisannya yang hilang, tapi juga NAMA & PROFIL PENULIS yang tadinya ada juga ikut lenyap.
cek disini:
http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/19/aduhhhhh-pks-lagi%E2%80%A6-sekarang-di-kasus-korupsi-ayat-tembakau/
Beruntung saya sempat copy paste isi tulisan itu (sebagai barang bukti, dan pelajaran bagi kita semua). Menghilangnya tulisan di kompasiana itu mungkin akibat ketakutan si penulis akan di meja hijaukan oleh PKS karena ternyata tulisannya salah besar. 100% FITNAH. Dia ingin menghilangkan barang bukti.
Saya sempat berpikir untuk mengusulkan kepada BIRO HUKUM DPP PKS untuk mengusut dan memperkarakan kasus pencemaran nama baik PKS ini agar menggentarkan para tukang fitnah dan agar mereka tidak lagi menyebar fitnah, kepada siapapun. Kalau tulisan yang di kompasiana.com sudah hilang tapi yang di kabarbisnis.com masih ada disitu menyebuat "...Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)..". Menurut saya itu juga perlu diluruskan, namun berhubung keterbatasan maka saya pribadi tidak bisa "menjangkaunya". Mungkin Biro Hukum bisa turun tangan.
Tapi saya juga tidak tahu, bagaimana menghubungi BIRO HUKUM DPP PKS. Ada yang tahu? atau ada solusi yang lain?
Jum'at, 19 Maret 2010.
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Banjir Labansari: Memanggil Rasa Persaudaraan Sesama

Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Labansari dan sekitarnya. Info terakhir (22/3/2010) dini hari debit air semakin naik, wilayah banjir semakin meluas sampai desa Bojongsari. Tingginya debit air dan pasangnya air laut menyebabkan air tidak kunjung mengalir ke laut. Kalau malam gelap gulita karena PLN melakukan pemadaman Listrik dan banyak nyamuk. Sehingga lilin dan losion obat nyamuk sangat diperlukan oleh warga di pengungsian.
Kelurahan Sertajaya tidak Banjir tapi Lurahnya kebanjiran
Pak Lurah Agus adalah lurah Sertajaya, tapi beliau tinggal di desa Labansari, rumah beliau terendam air hingga ketinggian 1,5 meter . Beliau terpaksa mengungsi bersama warga Labansari yang lain.
Reaksi Cepat PKS DPC CITI
Ditengah kesibukan kader PKS yang sedang Munasoroh Palestine hari sabtu 20/03/10 para kader dan simpatisan melakukan penggalangan dana. Alhamdulilah Ahad (21/3/2010) pagi kami melakukan pengiriman bantuan makanan siap saji alias nasi uduk spesial kerupuk. Berkat respon cepat dan spontanitas warga sekitar terkumpul nasi uduk senilai Rp 2 juta. Jadi kami mohon ma'af pada warga Kancil dan sekitanya kalau hari ahad pagi terjadi kelangkaan nasi uduk. Tapi alhamdulillah aksi borong nasi uduk yang dilakukan PKS bersama warga Kancil tidak sampai terjadi rush. Harga nasi uduk sampe saat ini masih Rp 2.500.
Distribusi Logistik PKS sampe saat ini sudah 4 kloter yaitu pagi, siang, sore dan malam. Jam 23.00 bantuan datang dari P2B DPD Kab Bekasi. Dan rencana kami tetap berusaha terus mengirim bantuan makanan siap saji.
Banjir masih terus mengancam Labansari
BMG memperkirakan curah hujan di Wilayah Bandung dan sekitarnya masih tinggi. Artinya wilayah sepanjang aliran sungai Citarum masih teramcam banjir. Kami DPC PKS mengajak seluruh Kader dan Simpatisan untuk terus menyalurkan bantuan uang maupun makanan. CP yang bisa di hubungi Rizal 081 316 239 733 atau Posko Banjir di lapangan dengan Ust. Ja'far 087880411187.
